Chealsea FC

Pride Of London

Since 1905

Once A Blue Always A Blue

Stamford Bridge

London is Blue

Oscar Dos Santos

Player in Chelsea FC.

Senin, 21 Maret 2016

Perekonomian Indonesia



Ekonom menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini berada dalam keadaan yang lebih kompleks dibandingkan pada 2008.Direktur Eksekutif Mandiri Institute Destry Damayanti mengatakan permasalahan yang dihadapi sekarang dibandingkan kondisi pada 2008 dan 2009 sangat berbeda karena kondisi perekonomian saat ini justru lebih kompleks. Pada 2008, Indonesia masuk dalam kondisi krisis akibat kasus perumahan di Amerika Serikat (AS). "Ekonomi Indonesia pada 2009 tumbuh 4,5% karena banyak aliran masuk ke Indonesia, dengan harga komoditas yang naik, mempengaruhi pendapatan masyarakat. Memang ekonomi global buruk, tapi ada booming komoditi," ujarnya di Plaza Mandiri, Senin (21/9/2015).
Saat krisis 2008, kondisi perekonomian nasional masih kuat dengan harga komoditas yang tinggi mendorong investasi di dalam negeri. Indonesia yang bergantung pada komoditas saat itu juga memperoleh keuntungan karena banyak wilayah bergantung pada komoditas. Komoditas inilah membuat pendapatan dan daya beli masyarakat menjadi meningkat. "Booming komoditi memang high leverage, jadi leverage-nya memang tinggi sehingga sektor keuangan ada likuiditas. Apalagi ada stimulus, mereka tidak mungkin taruh lagi di sektor keuangan," katanya. Destry menuturkan harga komoditas ini tertekan dan menurun sejak 2012 sehingga ekonomi Indonesia mengalami deselerasi. Sebab, para investor menyadari pelemahan ekonomi global membuat orang menarik investasi pada komoditas. (Senin, 21 Maret 2016. 20.15)

  Dalam laporan Bank Dunia bertajuk Indonesia Economic Quarterly edisi Maret 2016 mengemukakan bahwa kehadiran investasi swasta sangat diperlukan untuk mendongkrak ekonomi Indonesia. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan, belanja pemerintah untuk infrastruktur telah mendorong pertumbuhan bergerak perlahan, diperkirakan mencapai 5,1% untuk 2016. Namun, pertumbuhan pendapatan yang lebih lemah dari yang diperkirakan dan terus menurunnya harga komoditas menimbulkan risiko bagi kelangsungan investasi pemerintah. Karena itu, kehadiran investasi swasta sangat diperlukan untuk perbaikan ekonomi. "Indonesia masih menikmati angka pertumbuhan yang rata-rata lebih tinggi dari kebanyakan negara pengekspor komoditas lain, akibat melambatnya pertumbuhan global. Tapi pertumbuhan di bawah 6% tidak cukup untuk menampung 3 juta anak muda Indonesia yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya," kata dia dalam siaran pers yang diterima Sindonews di Jakarta, Selasa (15/3/2016). Menurutnya, perbaikan ekonomi yang lebih tangguh butuh investasi swasta yang kuat dan reformasi kebijakan yang komprehensif dan keberlanjutan guna memperbaiki iklim usaha. "Investasi oleh pemerintah pusat bertambah pada 2015 sebesar 42%. Sebaliknya, pertumbuhan investasi sektor swasta tetap di bawah harapan," ujarnya.
  Sementara, belanja konsumen bertumbuh namun tidak secepat beberapa tahun lalu, seiring tingginya inflasi harga makanan memangkas belanja. Volume ekspor dan impor terus menurun, dan pendapatan ekspor berkurang 14,4% dari angka 2014. Pendapatan minyak dan gas berkurang 42% tahun per tahun (year on year), pendapatan batu bara berkurang 26,5% dan pendapatan minyak sawit berkurang 19,3%. Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop menambahkan, penurunan harga komoditas yang terus terjadi mengingatkan pentingnya diversifikasi ekonomi menuju sektor manufaktur dan jasa. Khususnya pariwisata, yang dapat menyediakan pekerjaan dengan gaji dan ketrampilan yang lebih tinggi. 
  Meski demikian, sektor manufaktur juga ikut terkena imbasnya, dengan ekspor menurun di angka 13,4% per tahun, dan pembangunan infrastruktur untuk pariwisata tidak memadai. "Indonesia punya banyak industri yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan, termasuk manufaktur. Tapi sektor-sektor ini menghadapi banyak tantangan regulasi. Pemerintah tengah menjalankan berbagai reformasi dalam enam bulan terakhir ini. Namun, beberapa langkah tambahan mungkin dapat meyakinkan para investor dan memperkuat upaya investasi," tandasnya. - (Rabu, 16 Maret 2016 – 14.25)

  Tahun 2015 diasumsikan banyak orang sebagai tahun yang lesu. Meskipun di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo yang digadang-gadang akan membawa perubahan yang signifikan untuk Indonesia, nyatanya dalam perbandingan perekonomian, keadaan Indonesia dinilai tidak sehebat beberapa tahun yang lalu. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat Indonesia menilai bahwa negaranya telah dalam keadaan krisis yang ditakutkan berisiko kembali ke keadaan tahun 1998. Akan tetapi pemahaman tentang keadaan krisis yang berisiko untuk kembali ke keadaan tahun 1998 tidak didasari dengan fakta atau data yang kuat. Oleh karena itu, klaim atau isu tersebut hanya beredar seperti kabar burung yang ditakutkan akan membawa kegelisahan bagi netizen Indonesia lainnya.
  Oleh karena itu, bagaimana keadaan ekonomi Indonesia untuk tahun 2015 ini? Bagaimana perbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya? Apakah keadaan ini dapat benar-benar berisiko untuk kembali pada krisis tahun 1998? Pada tahun 2014, tepatnya pada akhir tahun di bulan Desember, Bank Dunia telah melaporkan dalam ekspektasinya – bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 nanti akan menyentuh angka 5.2% dan bahkan dapat lebih dari jumlah tersebut. Hal ini dijelaskan di situs worldbank.org – prediksi tersebut keluar setelah evaluasi Bank Dunia terhadap Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi 2014 yang mencapat angka 5.1%.
Prediksi adanya pelambatan dari pertumbuhan di 2015 seperti penyesuaian harga minyak dunia serta bahan bakar dan termasuk efek dari ekspor-impor global. Akan tetapi, Kepala Perwakilan Bank Dunia Untuk Indonesia – Rodrigo Chaves mengungkapkan “tips” untuk menghindari perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut. “Pembelanjaan pasar domestik di Indonesia yang bertahan tinggi terus menopang pertumbuhan. Jika Indonesia memperkuat pondasi ekonomi yang lain dan memperkuat iklim investasi, Indonesia dapat mendorong kembali laju pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih pesat,” tutur Rodrigo Chaves dalam penjelasan singkat tentang “tips” tersebut.
Sementara itu menurut Menteri Keuangan – Bambang Brodjonegoro, menjelaskan bahwa dari sisi global serta penilaian World Economic Outlook IMF, dinilai turun dari 3.8% ke angka 3.5%. selain terpengaruh dari harga minyak dunia, Menkeu dari situs kemenkeu.go.id – juga menjelaskan adanya pengaruh dari lemahnya pertumbuhan perekonomian besar dunia seperti Jepang, Eropa, bahkan Tiongkok. Kemudian, Menkeu juga masih optimis dengan keadaan seperti ini bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia dapat menekan inflasi di bawah 5% dan dapat sesuai dengan target APBN pada 5.7%.
Christine Lagarde sebagai Managing Director IMF di situs CNN Indonesia – menjelaskan bahwa walaupun dengan keadaan seperti ini, Lagarde tetap optimis dengan pengalaman Indonesia menghadapi krisis dan dapat terus mampu bertahan dari tekanan dan turbulensi lainnya.Lagarde mengungkapkan bahwa mitra dagang utama Indonesia, Tiongkok yang mengalami perlambatan ekonomi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, Lagarde juga menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang paling rendah dari empat tahun terakhir karena jumlah angka di bawah 5%. Akan tetapi Lagarde menuturkan bahwa “Perlambatan ini tidak permanen. Indonesia dapat berlalih ke lintasan pertumbuhan yang lebih tinggi. Tetapi perlu untuk memposisikan dengan tepat di tengah pergeseran ekonomi dan keuangan global.
Selain dari berbagai penjelasan di atas, dalam memasuki triwulan terakhir pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo juga mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang ada dua tahap. Akan tetapi, efek dari kebijakan ini juga belum dapat dirasakan karena jelas kebijakan paket ekonomi ini masih baru saja berjalan. Hal tersebut dijelaskan dalam situs beritasatu.com – juga terkait anjuran Presiden yang menilai masyarakat Indonesia harus paham dengan nilai tukar dolar Amerika yang masih menguat terkait dengan tekanan eksternal.
  Dengan penjelasan di atas yang telah mengemukakan bahwa Indonesia memang dalam keadaan krisis dan melambat pertumbuhan ekonominya. Oleh karena itu, jelas sebagian besar netizen Indonesia telah berasumsi adanya risiko kembali ke keadaan krisis moneter di tahun 1998. Akan tetapi hal ini jelas disanggah oleh Reza Priyambada sebagai Kepala Riset Korindo Securities Indonesia. “Masyarakat awam menyamakan kondisi saat ini seperti 1998” – Reza Priyambada . Leafy Anjangi dari situs katadata.co.id – dalam penjelasan ekonografiknya tentang perbedaan krisis 1998, 2008, dan 2015. Dalam ekonografiknya, dijelaskan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia di 2015 ini hanya mengalami krisis mini. Dari sisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, 2015 mencatatkan 14.123, 2008 mencatatkan 12.650 sebagai krisis finansial, dan 2008 mencatatkan 16.650 sebagai krisis ekonomi. Dengan keadaan tersebut, keadaan ekonomi Indonesia masih dinilai aman. Namun masih tetap ada yang perlu diwaspadai:

1. Inflasi
2. Depresiasi Rupiah
3. Suku Bunga Acuan BI
4. Kredit Bermasalah/NPL
5. Rasio Utang Pemerintah Terhadap PDB
6. Cadangan Devisa
7. Likuiditas Longgar
8. Rasio Utang LN (Pemerintah dan Swasta) terhadap Cadangan Devisa

Terkait dengan hal tersebut, kebijakan paket ekonomi ini akan menjadi penentu kondisi ekonomi ke depan. Kemudian, masih dalam persepsi netizen Indonesia terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar – terbentuk dari asumsi krisis 1998 akan terulang. “Masyarakat awam menyamakan kondisi saat ini seperti 1998, ketika rupiah jatuh ke titik rendah bebas, harga-harga naik dan terjadi pengangguran,” tutur Reza Priyambada. Namun jelas penilaian serta asumsi awam tersebut tidak sesuai dengan keadaan kondisi ekonomi saat ini karena jelas dari ekonografik yang dijelaskan sebelumnya, telah disebutkan pertumbuhan serta kondisi ekonomi Indonesia masih aman.
Risiko untuk kembali seperti 1998 memang ada, tetapi tidak mesti bahwa hal tersebut akan terjadi karena perbaikan terus dikerjakan. Oleh karena itu, perbandingan kondisi ekonomi sekarang ini masih lebih baik dari 2008 dan bahkan 1998. Dan jelas dengan berbagai penjelasan di atas, memang tidak lantas ekonomi Indonesia mendadak menjadi lebih baik, akan tetapi proses perbaikan terus berjalan sehingga harapan untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia baik secara nasional maupun global akan terpenuhi. (Kamis, 17 Maret 2016 – 15.44)


Sumber:
http://finansial.bisnis.com/read/20150921/9/474729/ekonom-sebut-kondisi-ekonomi-indonesia-saat-ini-lebih-kompleks (Senin, 21 Maret 2016. 20.15)
http://ekbis.sindonews.com/read/1093058/33/bank-dunia-ekonomi-ri-2016-tergantung-investasi-swasta-1458016380 (Rabu, 16 Maret 2016 – 14.25)

https://www.selasar.com/ekonomi/asumsi-awam-kondisi-ekonomi-indonesia-saat-ini-2008-dan-1998 (Kamis, 17 Maret 2016 – 15.44)

Minggu, 22 November 2015

TUGAS 4

1.   A. Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa.
      B. Barang adalah suatu objek atau jasa yang memiliki nilai. Nilai suatu barang akan ditentukan karena barang itu mempunyai kemampuan untuk dapat memenuhi kebutuhan. Barang juga dapat di artikan sebagai benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat.
      C. Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan adanya kenaikan angka penjualan.

2.       Menurut saya mengapa masalah harga dapat memberikan dorongan bagi produsen untuk menciptakan produk dan bagaimana pula harga bagi konsumen dalam melakukan pembelian, itu karena  akibat dari banyaknya pemain dalam bisnis ini adalah terjadinya persaingan yang tinggi untuk dapat menjaga posisinya dan bertahan, perusahaan harus memahami karakteristik konsumen mereka dan memahami bagaimana konsumen dalam memutuskan pembelian. Sehingga dengan memahami perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan, maka perusahaan akan dapat mempengaruhinya, sehingga konsumen tersebut nantinya akan menggunakan produk mereka.

3.        A. Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk memperjual belikan barang dan jasa, lokasi atau tempat bertemunya antara penjual dan pembeli tidak terbatas pada suatu tempat saja, tetapi dapat dilakukan disembarang tempat, seperti : di warung, di toko, di pinggir jalan dan lain-lainnya.

       B.
      Contoh perusahaan yg menggunakan orientasi pasar adalah Nike dan Adidas. Kedua perusahaan peralatan olahraga tersebut bersaing satu sama lain dengan berusaha membuat produk yang memiliki kualitas yang baik, dilihat dari penampakan, keawetan dan kenyamanan saat pemakaian.  Orang biasanya membeli kedua produk tersebut juga karena alasan kualitas produk yang sudah terjamin, walaupun harganya mahal.

- Manfaat bagi produsen untuk jangka panjang adalah dapat membantu perusahaan untuk memusatkan perhatian. Pertama: pengumpulan informasi tentang kebutuhan pelanggan sasaran dan kemampuan pesaing secara terus menerus. Kedua: Orientasi pasar dapat menggunakan informasi tersebut untuk menciptakan nilai pelanggan secara berekelanjutan (Slater & Nerver, 1995). Kedua hal tersebut diusahakan secara terintegrasi ke semua bagian atau departemen yang ada dalam rangka peningkatan kinerja perusahaan (Kohli & Jarowslci. 1990). Bisnis yang mengembangkan orientasi pasar akan dapat memperbaiki kinerja pasarnya (Narver & Slater. 1990). 

TUGAS 3

1.      Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan kita untuk memilih bentuk badan usaha:
a) Jenis usaha yang dijalankan

  Hal pertama dalam menentukan jenis usaha. Sesuai dengan keinginan pengiriman kita bisa dalam bentuk perdagangan, industri dsb. kita harus pintar-pintar memilih jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian kecil.
b) Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
  Agar usaha dapat terkordinir dengan baik, kita menempatkan bagian-bagian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Pihak-pihak dalam perusahaan besar terdiri dari :
 1. Manajemen keuangan
     a. Owner (pemilik)
     b. Investor
     c. Supplyer (Pemasok barang)
 2. Manajemen SDM
 3. Mananjemen Produksi
 4. Manajemen Pemasaran
    a. Promotion
    b. Price
    c. Place
    d. Production
c) Besarnya resiko kepemilikan
  Misalnya dalam bidang industri kita akan memerlukan alat-alat produksi dan alat-alat produksi itu pun memerlukan perawatan kemudian belum lagi ada barang-barang reject atau cacat dll. Semua itu merupakan resiko yang harus kita tanggung dan semaksimal mungkin,kita harus menekan besarnya kerugian.
d) Besarnya investasi yang ditanam
Dalam hal ini kita harus memperhitungkan modal yang kita punya, karena modal sangat berpengaruh pada usaha yang kita jalankan.
e) Peraturan-peraturan pemerintah
  Memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaris dan ijin domilisi.

2.      Menurut saya mengapa bentuk usaha koperasi lebih cocok untuk rakyat Indonesia itu karena  dari Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa bangunan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia adalah koperasi. Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan. Inti dari koperasi adalah kerja sama, yaitu kerja sama diantara anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional. Sebagai gerakan ekonomi rakyat, koperasi bukan hanya milik orang kaya melainkan juga milik oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

3.      Gerakan koperasi walaupun sudah dibantu pemerintah akan tetapi pengembangannya lambat itu karena adanya beberapa hambatan bagi pertumbuhan koperasi antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut :
1.     kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah
2.     pengalaman masa lampau mengakibtakan masyarakat tetap merasa curiga terhadap koperasi
3.     pengetahuan masyarakat mengenai koperasi masih sangat rendah
4.     Kurangnya partisipasi masyarakat terhadap koperasi itu sendiri
5.     Menganggap Koperasi adalah suatu bentuk usaha yang kurang menguntungkan
                

Senin, 09 November 2015

TUGAS 2
- Perusahaan
Perusahaan, adalah tempat terjadi nya kegiatan produksi dan berkumpul nya semua factor  produksi . setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah da nada pula yang tidak . bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah , mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaan nya . badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi
Contoh :
1.GARUDA INDONESIA ( PERSERO ) TBK (GIAA)
2.INDIKA ENERGY TBK (INDY)

-Lingkungan Perusahaan
Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.

Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
1.   Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :

a)    Lingkungan Eksternal Makro
Adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
Keadaan alam => SDA, lingkungan.
Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada => menciptakan.
Hukum
Perekonomian
Pendidikan dan kebudayaan
Social dan budaya
Kependudukan
Hubungan internasional.

b)     Lingkungan Eksternal Mikro
Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.

2.   Lingkungan Internal
Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
Tenaga kerja
Peralatan dan mesin
Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

-Tempat perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintahan, lembaga keuangan, pelanggan dan sebagainya.
-Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik / pabrik . letak perusahaan di pengaruhi oleh factor ekonomi dan merupakan factor penting penunjang efesiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya . factor-faktor yang mempengaruhi biaya , antara lain : ketersediaan tenaga kerja , ketersediaan modal , transportasi , kedekatan pasar , kesesuaian iklim.

Contoh :
 1.perusahaan pertambangan timah Indonesia memiliki perusahaan di pulau Bangka
2.perusahaan batik banyak di dirikan di jogja karna pada mulanya batik di kerjakan oleh wanita keratin untuk mengisi wkatu senggang 3.letak perusahaan bahan kimia di tentukan lokasinya dari masyarakat agar tersolir limbah dari pabrik tersebut

           ·          Perbedaan letak perusahaan dan tempat kedudukan perusahaan , terletak pada fungsi nya . tempat kedudukan perusahaan berfungsi sebagai tempat administrasi perusahaan tersebut dan cenderung ke kota-kota besar , sedangkan letak perusahaan berfungsi sebagai pengolah produk ( kegiatan fisik perusahaan melakukan produksi )

Perusahaan
1.      Perusahaan biasanya  bersifat komersil, yaitu menawarkan barang dan jasa dengan tujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya.
2.      Suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses  produksi  barang atau jasa. hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus  melewati sebuah proses disuatu tempat sampai bias langsung digunakan oleh manusia.
3.      Organisasi yang bertujuan mengoptimalkan pendapatan atau laba dengan mengolah bahan baku atau sumber daya alam yang ada, jadi sumber pendapatannya berdasarkan tingkat keuntungan dari hasil penjualan produknya.
4.      Bersifat dinamis, yaitu lingkungan selalu berubah. Agar dapat bertahan terus, perusahaan harus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut.
5.      Pelayana bersyarat, yaitu dalam menghasilkan barang dan jasa, perusahaan terkait dengan tujuannya. Dalam hal ini perusahaan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukannya dan bersedia serta mamapu membelinya, sehingga perusahaan bisa memperoleh laba agar dapat tetap bertahan dan berkembang

Lembaga Sosial
1.      Lembaga sosial lebih bersifat sukarela, yaitu menawarkan barang dan jasa dengan niat untuk menolong dan membantu tanpa mencari keuntungan. Biasanya lembaga social menawarkan jasa.
2.      Kumpulan norma-norma dalam aktivitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Lembaga social juga bisa didefinisikan sebagai suatu organisasi pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan terdiri dari adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, dan serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak tergabung dalam suatu unit yang fungsional.
3.      Organisasi dalam bentuk kesadaran social yang dibentuk dan bertujuan untuk dapat melayani masyarakat luas sesuai dengan bidangnya, dimana organisasi social mendapatkan pemasukan atau modal yang berasal dari sumbangan, hibah, atau subsi di dari pemerintah dan dermawan yang menjadi sumber pendapatanya.
4.      Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.
5.      Lebih menekankan prioritasnya pada tanggung jawab social
Jadi perbedaan antara perusahaan dan lembaga sosial yaitu kalo perusahaan,dalam pendiriannya mereka berorientasi pada Profit. Artinya, perusahaan didirikan utuk menghasilkan laba. Sedangkan lembaga sosial,berorientasi Non Profit. Misalnya seperti Panti Asuhan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dll.

Saya  memilih perusahaan, karena perusahaan itu cakupannya luas. Berbeda dengan lembaga sosial yang hanya bergerak di bidang jasa saja. Dan saya juga bekerja membutuhkan gaji yg tinggi untuk memenuhi kehidupan saya. Lembaga sosial kurang menjanjikan dalam hal gaji, tapi perusahaan yg berbasis pada mencari laba yg setinggi-tingginya, tentulah kita akan mendapat gaji yg besar pula.


Selasa, 03 November 2015

Cerita pertama tentang Chelsea FC

Oke, gua bakal sedikit cerita mengenai asal mula gua bisa ngefans sama Club Bola Liga Inggris yg kalian tau namanya adalah Chelsea Football Club. Jadi tuh gini, awalnya gua gak ngerti apapun tentang Sepak bola. Gua malah gak suka sama sekali sama acara Sepakbola. Jangankan untuk menonton, untuk melihatnya aja gua males banget. Terus tepatnya tanggal 5 Mei 2013, ada temen gua yg ngajakin taruhan. Chelsea vs Manchester United. Dan karena gua tau di MU ada Robin Van Persie yg terkenal ganteng itu, gua ngotot pilih MU. Tapi karena dia adalah pendukung setia MU, dia bersikeras untuk tetap memilih MU. Karena gua berpikir kalau ini hanya main-main saja, yasudah gua pun memilih Chelsea FC. Dan itulah pertama kalinya gua nonton Sepakbola Liga Inggris. Dan yg gak gua sangka dari itu adalah Chelsea menang atas MU. Oke, gua senang banget. Dan 1 hal lagi, itu pertama kali bagi gua suka sama pemain Chelsea FC yg namanya Oscar Dos Santos. Tendangannya yg hampir bikin Gol itu bikin gua greget sampai akhirnya gua inget mulu sama Oscar hehe. Gol dari Juan Mata bikin Chelsea menang dan gua teriak teriak sendirian di depan TV karena itu.

            Sampai akhirnya keesokkan harinya, gua kepo banget sama itu club. Iya, Chelsea mengganggu fikiran gua dengan ingin tau siapa saja yg ada di Club tersebut. Dari Pemiliknya, Manajer, Kiper, Pemainnya, Stadion utamanya dan kapan itu Club berdiri pun gua cari tahu. Tepat tanggal 8 Mei 2013, gua menyatakan kalau gua beneran ngefans sama Chelsea FC. Gua gak tau kenapa jadi ngefans begini sama Chelsea. Sampai gua nulis ini Tulisan gua masih aja ngefans sama Chelsea. Semenjak itu, gua beneran ngikutin itu yg namanya Sepakbola. Berita mengenai Sepakbola gua ikutin tak berhenti, terlebih jika itu tentang Chelsea FC.

Yaudah, segitu aja deh ceritanya. Btw, ini ada foto Oscar yg gua ceritain itu. Cakep kan yaa? Banget dong. Namanya juga Oscar My Love