Chealsea FC

Pride Of London

Since 1905

Once A Blue Always A Blue

Stamford Bridge

London is Blue

Oscar Dos Santos

Player in Chelsea FC.

Senin, 01 Oktober 2018

Tulisan 1_MSDM_Mempersiapkan Persaingan Dengan Tenaga Kerja Asing


Dengan berlakunya pasar bebas ASEAN, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi arena persaingan antar negara-negara Asia Tenggara. Tidak hanya di arena olahraga dalam bentuk SEA Games, tetapi dalam konteks kompetisi dalam bidang ekonomi, satu sama lain negara-negara ASEAN bersaing.

Berikut ini beberapa fakta yang perlu diketahui terkait dengan MEA yang bisa jadi informasi yang bermanfaat, yaitu:
  • MEA sudah dijadikan rencana sejak lama, tetapi baru pada tahun 2015 diberlakukan untuk pasar perdagangan di Indonesia.
  • MEA membuka kesempatan bagi seluruh pekerja di kawasan Asia Tenggara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka karena cakupan ketersediaan lapangan pekerjaan yang luas.
  • Produk-produk, baik dari Indonesia dan negara lain, dapat diperdagangkan dengan bebas dan legal tentunya. Karena sudah banyak produk Indonesia yang diakui, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
  • Memacu Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusianya.
  • Produk dalam negeri mau tidak mau akan bersaing dengan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Berjalannya MEA di negara Asia Tenggara diharapkan akan mewujudkan beberapa tujuan, di antaranya:
  • Menjadikan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang sangat kompetitif di antara negara-negara Asia Tenggara agar bisa bersaing dengan kawasan lainnya.
  • MEA menjadikan ASEAN sebagai wilayah untuk melakukan pembangunan ekonomi secara merata tanpa adanya kesenjangan sosial.
  • Daerah-daerah di tanah air diharapkan bisa fokus secara penuh untuk membangun ekonomi dalam era globalisasi saat ini.
  • Menjadikan ASEAN sebagai pasar produksi tunggal.

Manfaat MEA bagi Indonesia antara lain adalah :

  1. Mestabilkan Perekonomian Negara
Selama ini ekonomi negara cenderung tidak stabil karena banyak hambatan perdagangan yang ada. Dengan adanya MEA ini diharapkan memberi manfaat pembangunan ekonomi negara menjadi stabil dan lancar untuk kedepannya. MEA sangat mendukung sekali untuk tidak terjadinya kesenjangan sosial bagi penduduk di suatu negara. Dan terasa manfaat perhitungan pendapatan nasional  yang dari tahun ke tahun makin stabil
  1. Memberi Keuntungan dari Segi Ekspor dan Impor
Manfaat ekspor impor bagi negara sangat banyak. Ekspor atau pengiriman produk Indonesia ke luar negeri menjadi lebih mudah dan tidak tehambat di bea cukai sehingga produk – produk tersebut dapat sampai dengan cepat dan aman. Dan untuk impor artinya produk negara lain juga memiliki izin untuk beredar di Indonesia sebagaimana produk Indonesia yang boleh beredar di negara kawasan Asia Tenggara.
  1. Meningkatnya Investasi
Para pengusaha akan melihat MEA ini sebagai suatu investasi yang besar dan berharga. Mereka akan berlomba – lomba untuk dapat mengivenstasikan sahamnya di perdagangan internasional. Investasi yang menjanjikan merupakan incaran para pengusaha untuk dapat memberikan keuntungan dari produk yang mereka jual.
  1. Menjadikan Pembisnis Kreatif
Dengan adanya perdagangan internasional ini pada pengusaha akan saling bersaing untuk melancarkan strategi kreatifnya. Mereka akan memilih para pekerja yang handal dan profesional untuk sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya. Para pengusaha akan berlomba mengaplikasikan ide – ide mereka untuk produk yang akan di kirim ke luar negeri.
  1. Menambah Laba bagi Negara
Dengan berjalannya sistem MEA ini maka ekspor produk ke negara tetangga tidak lagi di kenai biaya, dan ini akan memberikan keuntungan bagi produk yang akan di ekspor keluar negeri. Produk yang di ekspor juga tidak akan memiliki hambatan yang berarti karena MEA mendukung sistem ekspor antar negara kawasan Asia Tenggara.
  1. Mensejahterakan Masyarakat
Dengan adanya MEA masyarakat menjadi lebih sejahtera karena banyaknya tersedia lapangan pekerjaan yang ada. Untuk bekerja di negara tetangga tentu akan dipermudah karena masyarakat ekonomi Asean sangat mendukung program pertukaran tenaga kerja masing-masing negara. Tentu tenaga kerja yang di rekrut adalah pekerja yang memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan tempat kerja.

Dampak Negatif dari MEA
Diantara manfaat MEA ada juga dampak negatif dari MEA bagi Indonesia. Berikut ini dampak negatifnya bagi Indonesia antara lain adalah :
  1. Persaingan Produk
Produk yang berasal dari luar akan banyak di impor ke Indonesia, ini akan menjadikan ketakutan tersendiri yang harus disikapi dengan bijaksana karena produk Indonesia akan bersaing dengan Produk impor yang kualitasnya kadang sangat bagus sekali.
  1. Persaingan Tenaga Kerja
Tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja pada negara sendiri juga harus meningkatkan kualitan sumber daya manusianya karena akan bersaing dengan tenaga kerja asing yang memilih untuk bekerja pada negara Indonesia. untuk ini diharapkan kreatifitas dari para tenaga kerja Indonesia untuk tetap mau belajar agar tidak kalah persaingan dengan tenaga kerja asing.
  1. Eksploitasi bagi Indonesia
Dengan masuknya para investor asing ke Indonesia untuk melakukan eksploitasi bagi manfaat sumber daya alam bagi manusia di Indonesia yang melimpah dapat merusak ekosistem di Indonesia. bagaimanapun juga eksploitasi besar – besaran akan memberikan pengaruh yang buruk bagi negara Indonesia. Untuk itu Indonesia di minta sangat waspada, karena jika eskploitasi itu benar terjadi maka akan menimbulkan kerugian yang sangat bagi negara.
Cara Mempersiapkan persaingan Tenaga Kerja Asing
            Untuk dapat bersaing dengan para tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia melalui MEA ini, kita harus melakukan beberapa hal agar tidak kalah saing dengan mereka. Berikut cara mempersiapkan persaingan tenaga kerja asing :
  1. Mengasah Skill
Dengan adanya MEA, kamu dapat memacu diri sendiri untuk dapat bersaing dengan tenaga kerja asing. Tingkatkan kemampuan yang kamu miliki, kamu akan menjadi lebih terampil di dunia kerja nanti. Selain itu tentunya SDM yang berkualitas di dalam negeri akan bermunculan dan siap bersaing. Tidak hanya hardskill, tetapi kamu juga harus mengasah kemampuan softskill. Terutamaleadership skill, karena seseorang yang berbakat memimpin selalu dibutuhkan dimana saja. Karena seorang pemimpin cenderung peduli dengan kemajuan kelompok atau organisasinya.
  1. Mempersiapkan Mental Yang Kuat
Ubahlah cara pandang dan mental kamu agar lebih mantap dalam menghadapi MEA. Orang yang memiliki mental setengah-setengah adalah mereka yang hanya bisa menyalahkan pemerintah dan kebijakan yang dibuat. MEA bertujuan untuk memperbaiki ekonomi pasar dan SDM Indonesia, tetapi bagaimana bisa tercapai jika pelaku ekonomi dan warga negaranya tidak mendukung adanya MEA? Agar dapat memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan asing, hal yang perlu kamu lakukan adalah berpikir sedikit terbuka dengan melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Sehingga kamu terhindar dari prasangka dan pola berpikir yang buruk.
  1. Pelajari Bahasa Asing
Ini sangat penting sebagai bekal kamu ketika melamar kerja nanti. Dengan mempelajari bahasa asing akan membantu kamu dalam hal berkomunikasi, mengasah keterampilan kognitifitas, meningkatkan nilai jual diri kamu, dan sebagainya. Tentunya kemampuan bahasa asing kamu juga harus diimbangi dengan kemampuan public speaking yang baik. Cobalah untuk terus belajar dan tidak takut untuk menjalin komunikasi dengan orang luar negeri.
  1. Tidak Berpikir Out of The Box, Tetapi There is No Box
Demi bersaing dengan negara-negara lain, kembangkan kemampuan akademikmu, softskill, dan skill lainnya yang patut kamu perhitungkan. Menjadi biasa itu membosankan, Berpikir di luar kotak atau yang lebih sering dikenal dengan istilah think out of the box bermaksud agar kamu bisa berpikir tajam, kritis, dan kreatif. Tetapi agar dapat mengembangkan kemampuan kamu, berpikirlah seperti tidak ada kotak, dengan kata lain tidak adanya batasan dalam berkarya. Dengan tidak mengesampingkan kepekaan dan kecakapan, kamu bisa bebas mengembangkan kreativitasmu tanpa batas.
  1. Perluas Jaringan Komunikasi
Perluas pergaulan kamu dengan memperbanyak kenalan, mengikuti komunitas dan organisasi (dalam dan luar kampus), dan membangun hubungan baik dengan para profesional. Semakin luas jaringan komunikasi yang kamu bangun, semakin baik. Dan pastinya semakin besar peluang kamu untuk mengembangkan usaha dan karir.





SUMBER :

Senin, 07 Mei 2018

Passive Voice dan Conditional Sentences

Passive Voice

PENGERTIAN PASSIVE VOICE

Passive voice adalah suatu Grammatical Construction (bentuk gramatikal) dimana subject kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi atau ditindaklanjuti (receiver of action) oleh agent lain (doer of action) baik disebutkan ataupun tidak.

Sebaliknya, pada konstruksi active, subject berhubungan langsung dengan verb dengan bertindak sebagai pelaku aksi. Kalimat aktif dapat ditransformasi menjadi pasif, namun hanya transitive verb  (diikuti direct object) yang dapat diberlakukan demikian.

RUMUS PASSIVE VOICE
Rumus passive voice adalah sebagai berikut di bawah ini : 





Catatan:
Auxiliary verb dapat berupa Primary Auxiliary Verb be (is, are, am, was, were, be, been, being), kombinasi antara dua primary (is/are being, was/were being, has/have been) atau antara primary dan Modal Auxiliary Verb (will be, will have been); sedangkan past participle yang digunakan berupa kata kerja transitive.

Contoh:
She can’t drive a car. (active voice, transitive).
He always come on time. (active voice, intransitive)

Perubahan bentuk dari base form ke past tense dan past participle secara regular atau irregular.

Contoh:
play (base form) —> played (past participle)

sing (base form) —> sung (past participle)




Conditional Sentences

PENGERTIAN CONDITIONAL SENTENCE
Dalam Bahasa Indonesia, Conditional Sentence adalah kalimat pengandaian, bisa juga disebut dengan kalimat bersyarat, yang mungkin terjadi jika syarat terpenuhi.

Conditional sentence mempunyai dua bagian, yaitu if-clause dan main clause. Lihat kalimat berikut:
“If I study hard, I will pass the exam.”
(Jika saya belajar dengan giat, saya akan lulus ujian.)
If I study hard adalah if-clause, dan
I will pass the exam adalah main clause.

POLA/RUMUS CONDITIONAL SENTENCE

Berikut adalah pola/rumus conditional sentence tipe 1, 2, dan 3:
Tipe conditional sentence
If-clause
Main Clause
Tipe 1
If+present simple
If I study hard,
... will+infinitive
I will pass the exam.
Tipe 2
If+past simple
If I studied hard,
... would+infinitive
I would pass the exam.
Tipe 3
If+past perfect
If I had studied hard,
... would+have+past participle
I would have passed the exam.

Posisi if-clause dan main clause tersebut dapat dibalik dan tidak mengubah maknanya, contoh:
“If I study hard, I will pass the exam.”
“I will pass the exam if I study hard.”


PENJELASAN LENGKAP 3 TIPE CONDITIONAL SENTENCES

CONDITIONAL SENTENCE TIPE 1
Conditional sentence tipe 1 digunakan untuk merujuk pada hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan dimana situasinya real/nyata. Pada tipe ini, jika syarat terpenuhi, maka kemungkinan masih bisa terjadi.

Beberapa contoh conditional sentence tipe 1:

If-clause
Main clause
If+present simple
... will+infinitive
If it rains,
I will stay at home.
If you invite me,
I will come to your party,
If he gives her chocolate,
she will be happy.
If it doesn't rain,
we will go to the library.



CONDITIONAL SENTENCE TIPE 2

Conditional sentence tipe 2 digunakan untuk: pertama, membicarakan hal-hal di masa depan yang mungkin tidak akan terjadi (seperti membayangkan mimpi misalnya).
Contoh:
If I got scholarship, I would continue my study in London.
(but probably I will not get the scholarship.)
Seandainya saya mendapatkan beasiswa, saya akan melanjutkan kuliah di London.
(tapi mungkin saya tidak mendapatkan beasiswa itu.)

Kedua, untuk membicarakan hal-hal yang terjadi di masa sekarang, yang mustahil terjadi.
If I were you, I would stop smoking.
(but I cannot be you.) Mustahil bagi saya untuk menjadi kamu.

Berikut adalah contoh conditional sentence tipe 2:
If-clause
Main clause
If+past simple
... would+infinitive
If I had time,
I would go with you.
If she met her mother,
She would be happy.
If I were 25,
I would get married.
If I were you,
I would continue my study.

CONDITIONAL SENTENCE TIPE 3
Conditional sentence tipe 3 digunakan untuk menggambarkan situasi masa lalu yang tidak terjadi dan membayangkan hasil dari situasi tersebut. Tipe ini mengungkapkan kebalikan dari fakta yang dihadapi.

Lihat contoh berikut:
If I had finished my study, I would have worked at big company.
(but I didn’t finish my study and I didn’t work at big company.)
Jika dulu saya menyelesaikan kuliah saya, saya akan bekerja di perusahaan besar.
Tapi faktanya saya tidak menyelesaikan kuliah saya, dan saya tidak bekerja di perusahaan besar.

Contoh lain dari conditional sentence tipe 3:
If-clause
Main clause
If+past perfect
... would+have+past participle
If I had locked the car,
the thief would not have stolen my car.
If I had known about your problem,
I would have offered help.
If my parents had been in Bandung,
I would have visited them everyday.
If she hadn't taken the course,
she wouldn't have gotten the scholarship.

If she hadn’t taken the course, she wouldn’t have gotten the scholarship.
(but she took the course and she got the scholarship.)

Jika dulu dia tidak mengambil kursus, dia tidak akan mendapatkan beasiswa itu. Tapi faktanya dia mengambil kursus itu dan mendapatkan beasiswa.

Perhatikan!!! Pada conditional sentence tipe 3, had bisa ditempatkan di awal dengan menghilangkan if, atau disebut sebagai bentuk inversi.

If I had locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car.
Had I locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car.

Contoh lain:
If my parents had been in Bandung, I would have visited them everyday.
Had my parents been in Bandung, I would have visited them everyday.




SUMBER :



Selasa, 10 April 2018

Verbs as Complements, Affirmative Agreement And Negative Agreement

How to use Verbs as Complements

1) This construction is used with the verbs listed below:

VERB + GERUND (VERB-ING)

admit         delay        miss         regret       risk
appreciate deny postpone    report suggest
avoid         enjoy practice         resent
can’t help finish quit                 resist
consider         mind recall        resume

The sentence construction would be as follows:
SUBJECT+ VERB+ GERUND+ COMPLEMENT+ MODIFIER

Examples:
I enjoy studying English at the CBA.
He considered traveling to Europe for the summer, but he doesn’t have enough funds.

2) This construction is used with the verbs listed below:

VERB+ INFINITIVE (TO VERB)

agree expect intend prepare try
attempt fail         learn pretend want
claim forget mean propose wish
decide have need refuse
demand hesitate offer seem
desire hope plan tend

Examples:
I decided to refuse the invitation.
He pretended to be someone else.
She forgot to bring her keys.

 3) With the following Verbs the Sentence doesn’t change meaning if you use the gerund (ing) or the infinitive

begin        continue
like                 prefer
can’t stand start
love hate

VERB+ GERUND (VERB-ING)

  or

VERB+ INFINITIVE (TO VERB)

 4) With the following Verbs the Sentence has Different Meaning
 Stop
Remember
Forget

VERB+ GERUND (VERB-ING) – Means forever

Example:
She stopped studying Engineering when she got pregnant.
Meaning she won’t study Engineering any more.  She stopped studying forever.

or

VERB+ INFINITIVE (TO VERB)

 Example:
She stopped to study English when I called her.
Meaning that she will continue to study after her break.


5) Use of prepositions with the -Ing Form

VERB+ PREPOSITION+ VERB-ING

List of Prepositions that use this construction:

as a result of from                 in view of         thanks to
at                 in                          of                         through
because of in exchange for on account of     with
by means of in return for         on the strength of without
by virtue of in spite of         out of
for fear of in the face of         owing to
for lack of in the light of
for want of

 EXCEPTION:  But, except
.
Example:
He hid the wallet, for fear of being stolen.
She was really famous, as a result of acting as Mary in the Jesus Christ film.
Courage in the Face of Eviction Nightmare

6) Use of Adjectives with the infinitive form

ADJECTIVES + INFINITIVE

Construction:

VERB+ ADJECTIVE+ TO VERB

List of adjectives that use this construction:

able                 dangerous good        ready
anxious         difficult      hard           strange
boring         eager         pleased        usual
common   easy           prepared

 Examples:
I’m pleased to meet you
It’s difficult to understand some people.
I’m prepared to take this test.
Rafael is eager to meet you.

7) Use a Pronoun before the Infinitive form 

Certain verbs require the following construction:
SUBJECT+ VERB+ PRONOUN+ TO VERB

Allow Ask
Beg                 Convince Expect
Instruct          Invite Order
Permit         Persuade Prepare
Promise          Remind Urge
Want

The pronouns to be used are object pronouns: ME, YOU, HIM, HER, IT, US, YOU, THEM.

 Example:
He orders her to study for the test.
My mother promised me to take me to the mall.
Rahima convinced him to purchase an expensive purse.

8) Use the -ing (gerung) form of a verb after the possessive form.

SUBJECT+ VERB+ POSSESSIVE FORM+ VERB-ING

Possessive form: MINE, YOURS, HIS, HERS, ITS, YOURS, OURS, THEM, MY, YOU , HIS HER, ITS, YOURS,  THEIR.

Example:
I understand her feeling.

9) Use of the verb need with different nouns (living and things) 

With living things use need and the infinitive form of the verb.
LIVING THING+ NEED+ INFINITIVE

George needs to work out more often.
THING+ NEED+ GERUND (ING)TO BE+ PAST PARTICIPLE

The blender needs to be repaired.
The blanket needs to be cleaned.

10) Use of subjunctives

SUBJECT+ VERB+ THAT+ SUBJECT+ VERB WORD + ….+

Joe prefers that she speak with him personally.

VERBS WITH THAT:
Advice Ask
Command
Decree
DemandDesire
Insist
MoveOrder
Prefer
RecommendRequest
Require
StipulateSuggest
Urge


NOUNS WITH THAT:
Recommendation
Requirement
Suggestion

ADJECTIVES WITH THAT

IT+ BE+ ADJECTIVE+ THAT+ SUBJECT+ VERB WORD


Advised Imperative
Important
MandatoryNecessary
Obligatory
ProposedRecommended
Require
SuggestedUrgent


Affirmative Agreement

Untuk menghilangkan pengulangan kata pada suatu kalimat kita bisa menggunakan kata“so” atau “too”. Ada perbedaan pada susunan kalimatnya ketika menggunaan kata “so”dan “too”. Silahkan perhatikan rumus berikut:

Ketika hanya ada “to be” pada klausa utama (main clause), maka tenses yang sama dari“to be” digunakan pada klausa kedua (second clause). Contohnya:

I am hungry = I am hungry, and you are too.
You are hungry = I am hungry, and so are you.

Affirmative statement (to be) + and +
Subject + to be + too
So + to be + subject

Contoh kalimat lainnya: 
Their plane is arriving at 7 o’clock, and so is mine.
I am sick, and He is too.
Our class is clean, and so are theirs.
Bella is beautiful, and her sister is too.
My hand writing is bad, and so are you.

Ketika hanya ada kata kerja bantu (auxiliary verb), contohnya: will, should, has, have, must, etc pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu nya (auxiliary verb) juga digunakan pada klausa kedua (second clause). Contohnya:

He has seen her plays = He has seen her plays, and the girls have too.
The girls have seen her plays = He has seen her plays, and so have the girls.

Affirmative statement + and +
       (auxiliary verb)
Subject + auxiliary verb only +too
So + auxiliary verb only + subject


Contoh kalimat lainnya: 
They will go at noon, and she will too.
He has an early appointment, and so have I.
They have written their lyrics, and so have we.
Richard has lived in Cuba for five years, and they have too.
I should finish the report, and she should too.

Ketika hanya ada kata kerja (verb) tanpa auxiliary verb pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu do, does, atau did digunakan pada klausa kedua (second clause) dan tensesnya harus sama. Contohnya:

We go to school = We go to school, and my brother does too.
My brother goes to school = We go to school, and so does my brother.

Contoh kalimat lainnya: 
We want to buy a fountain, and she does too.
My mother likes traveling, and so do their mother.
My brother invites him to the party, and my sister does too.
They wrote a good poem, and so did he.
Fred cooked fried rice for his breakfast, and Tina did too.


Negative Agreement

“Either” dan “neither” memiliki fungsi yang sama seperti kata “too” dan “so” pada klausa kedua (second clause) dalam kalimat positif (affirmative sentence/ agreement). Kata“Either” dan “neither” ini digunakan untuk mengindikasikan kalimat negative (negative sentence/ agreement). Aturan yang sama juga berlaku untuk penggunaan “to be”, “auxiliary verb” (kata kerja bantu), dan “verb” (kata kerja). Contohnya:

I didn’t go to the mosque yesterday, and Ali didn’t either.
I didn’t go to the mosque yesterday, and neither did Ali.

Negative statement + and +
Subject + negative auxiliary or “to be” + either
Neither + positive auxiliary or “to be” + subject


Contoh kalimat lainnya: 
The manager isn’t too happy with the project, and neither is his assistant.
we can’t study in the library, and he can’t either.
You didn’t pay the taxes, and they didn’t either.
My brother won’t accept my father’s decision, and my sister won’t either.
He doesn’t know the answer, and neither does she.





Referensi :
http://www.english4dummies.com/verbs-as-complements/

Kamis, 28 Desember 2017

CV

CURRICULUM VITAE

1. Personal Details
 Name                            : Aulia Fajrina                                    
 Date of Birth                 : Desember 31st, 1996
 Religion                        : Islam
 Nationality                    : Indonesia
 Marital Status               : Single
 Address                         : Hutama Karya street, Tangerang Selatan
 Phone Number              : 0896xxxxxxxx
 E-mail                           : aulyafajrina@gmail.com

2. Personality
Good attitude, Discipline, Friendly, Communicative, Humble, Hard worker, and Responsible.

3. Education Details
 2004 – 2009               : State Elementary School Tanjungpinang
 2009 – 2012               : State Junior High School Tanjungpinang
 2012 – 2015               : State Senior High School Tanjungpinang
 2015 – now                : Accounting, Gunadarma University

4. Organization Experiences
 2011 – 2012   : Member of Scout Junior High School Tanjungpinang
 2012 – 2014   : Member of School Security Guards Senior High School Tanjungpinang

5. Skills
 Computer literate         : Microsoft Office (Word, Power Point)
 Language Skills           : Bahasa Indonesia, English

 Internet literate

APPLICATION LETTER

Hutama Karya St.
Tangerang Selatan 15313
December 31st, 2018

The Head Librarian of Gunadarma University
Kelapa Dua St.
Depok 16451

Respectly,      
Your announcement in wall magazine of Gunadarma University was attractive because i believe i can occupies that position.
I am Aulia Fajrina, and i’m 21 years old. I am an Economics student majoring in Accounting semester 5. I have a very good skill at operating computer.
For your further information, i enclose herewith my Curriculum Vitae, a summary of values and a recent photograph of mine.
I would be very happy if you given a chance interview at your convenient times.
Thanks for your attention and your consideration.

Respect me,


Aulia Fajrina